Sabtu, 30 April 2011

Lupa meminta

Ada orang

yang dalam kesedihannya,
datang mengadu dan mengeluh
kepada Tuhan,
dalam ratapan yang pedih
dan penuh air mata,
tapi menyudahi pertemuannya
dengan Tuhan tanpa meminta restu
dan bantuan,
untuk menjadikan dirinya
pribadi yang lebih kuat daripada
semua kesulitan yang sama
di masa depan.

Sebagian orang memang terlalu larut
dalam keluhannya kepada Tuhan,
sampai dia lupa meminta.

Bangkit

Engkau yang sedang kecewa
dan kecil hati,
Jatuh itu biasa,
tapi janganlah lama berbaring di situ.
Bangkitlah,
rapatkanlah rahangmu dengan kuat,
dan segeralah lakukan yang penting.
Engkau dapat meningkatkan
kualitas hidupmu,
dengan meningkatkan kualitas
dari cara-caramu.
Engkau jiwa yang baik,
yang dikasihi Tuhan.
Engkau tak boleh membiarkan dirimu
diperlakukan seperti itu.
Sana, gagahkanlah dirimu...

Ketika Aku Merindukanmu

Ketika aku merindukanmu…

Kutuliskan semua rasa yang ada

Kucoba rangkai menjadi bait-bait puisi indah

Seadanya rasa ini, sedalamnya hatiku


Ketika aku merindukanmu…

Tak terasa tetes airmata jatuh di pipiku

Dikala tak sedikitpun dapat kutemui adamu

Lirih pun tak kudengar suara manismu


Ketika aku merindukanmu…

Aku ingin waktu berputar ke masa lalu

Saat dimana aku ada disampingmu

Ketika dirimu belum pergi dari kehidupanku


Ketika aku merindukanmu…

Langit yang biru pun terasa kelabu

Panas mentari tak mampu hangatkan jiwaku

Tak ada rasa indah dalam kehidupanku


Ketika aku merindukanmu…

Berjuta angan inginkan kembali kehadiranmu

Walau harus berjalan jauh menjemputmu

Kurela demi bahagianya hatiku


Ketika aku merindukanmu…

Semua langkah tanpamu terasa kaku

Tak ada tawa terlahir serenyah bersamamu

Hidup sepenuhnya terasa pilu


Ketika aku merindukanmu…

Ingin rasanya aku menuruti semua egoku

Raih bahagiaku, mungkin acuhkan bahagiamu

Syukurku, ketika merindukanmu tak ku lakukan itu


Ketika aku merindukanmu…

Kutatap langit, kulihat engkau menatapku

Kutatap air, kuingat kenangan bersamamu

Kutatap hidupku, begitu kosong tanpamu


Ketika aku merindukanmu…

Aku bersedih kala teringat dia disampingmu

Begitu ingin kuhapuskan kerinduan ini

Namun hati masih ingin mengharapkan kembalimu


Ketika aku merindukanmu…

Berjuta tanya menyeruak dipikiranku

Adakah juga kau rasakan kerinduan padaku

Tak terbersitkah keinginan bertemu lagi denganku


Ketika aku merindukanmu…

Tak sedikitpun kusesali pertemuan awal itu

Tak ada hasrat untuk memisahkanmu

Tak ada rasa ingin membelenggu jiwamu


Ketika aku merindukanmu…

Ratusan malam kuhabiskan menunggu

Banyak mimpi kutabur di taman hatiku

Berharap esok kau berdiri di depan pintu hatiku


Ketika aku merindukanmu…

Terkadang datang ragu, coba tepiskan indahmu

Terkadang kupeluk bayangmu yang semu

Kutatap fotomu, berharap engkau melihatku


Ketika aku merindukanmu…

Berjuta penyesalan hadir atas semua khilafku

Berandai dapat kuperbaiki masa lalu

Seandainya dapat, kutata ulang kehidupanku


Ketika aku merindukanmu…

Terselip tanya “adakah kau menyesal mengenalku ?”

Terselip tanya “tak bisakah kau miliki saja diriku ?”

Terselip tanya “begitu mudahkah hapuskan diriku dari kehidupanmu ?”


Ketika aku merindukanmu…

Setengahnya kumerasa malu, karna mungkin hanya aku

Di sampingmu bukan diriku, mungkinkah dipikirmu ada diriku

Hingga dihatimu, masih bisa merindukan sosok lemahku


Ketika aku merindukanmu…

Hanya ungkapan rasa ini yang kumampu

Meski takkan pernah dapat menjadi obat bagiku

Sedikitnya melepaskan sedikit rasa dari hatiku


Ketika aku merindukanmu…

Kurelakan semua rasa sayang ini menunggu

Kubiarkan diri ini mengenang memori masa lalu

Kuyakinkan hatiku jangan memilih tuk ragu


Ketika aku merindukanmu…

Harapan tumbuh, serasa ku mampu sendiri dulu

Kubiarkan hati putih tanpa debu cinta yang lain

Mencoba buktikan betapa setianya diriku


Ketika aku merindukanmu…

Kuberikan semua rasa sayang yang tulus untukmu

Kuhapus ingatan tentang ketaksempurnaanmu

Kuyakinkah hati sesungguhnya kita adalah satu


Ketika aku merindukanmu…

Kusadari betapa lemahnya diriku tanpamu

Kuteringat betapa kasarnya diriku dulu

Betapa ingin memohon dirimu kembali padaku


Ketika aku merindukanmu…

Kucoba merangkai semua imaji bahwa kau pun merindu

Kucoba bermimpi kau pun memimpikan keberadaanku

Kucoba menunggu, buktikan takdir dan inginku


Ketika aku merindukanmu…

Tak kuasa logika atas semua rasa dalam hatiku

Tak kuasa raga atas keberadaan jiwa lemahku

Tulus mencintaimu, dari ketidaksempurnaanmu


Ketika aku merindukanmu…

Kupintakan dirimu sehat s’lalu hingga batas waktu

Berkhayal kelak dapat kulihat kembali sosok indahmu

dan kudengar lagi… suara manja dan manismu


Ketika aku merindukanmu…

Kuterpaku dengan kata-kata cinta dan setia

Tulus dan tanpa harus dirasa oleh berdua

Hingga sering membuatku menjadi rapuh


Ketika aku merindukanmu…

Menjadi seperti inilah diriku

Terlihat jelas seluruh isi hati dan pikiranku

Hanya karena aku merindukanmu…

Kurasakan putih dan tulusnya cinta

Indahnya memberi, teguhnya rasa

Bagaimana hati mencoba setia


Ketika aku merindukanmu…

Rindu hanyalah satu-satunya kata di hatiku...

Jangan Pernah

Jangan pernah mengatakan pada hatimu bahwa

aku akan pergi karna tak setia

Sebab cinta masih ada, terbenam diantara asa

dan dilema

Sedetikpun hingga kini ku tak mencoba mengusir

rasa untukmu

Sebab itu indah… dan kau pun tahu betapa

senangnya aku..

Jangan pernah berhenti untuk percaya bahwa

cinta masih tetap ada

Meski waktu kadang membuktikan sebaliknya, kau

tlah mengerti sebabnya

Sedetikpun aku tak mencoba untuk menghapus semua tentangmu

dan kuterus merajut asa tentang bersamamu pada suatu waktu,

Semoga pilihan bijak hari ini, buatkan bahagia untuk kedua hati kita,

Untukku …juga untukmu… Hingga kelak

menjemput masa

Saat sang mentari lukiskan pelangi di langit kita

berdua..

Jangan pernah berhenti untuk percaya bahwa cinta suci itu ada,

Jangan pernah berhenti untuk menyalahkan takdir

saat tak sesuai ingin,

Jangan pernah berhenti untuk kobarkan semangat

saat realitas memburamkan harap..

Hanya Memori

Satu kisah telah hadir menggantikan kenangan

akan suatu kerinduan

satu kekosongan telah terisi oleh kerinduan akan

suatu jawaban..

waktu yang hadir,waktu yang pergi dan waktu

yang akan kembali lagi seakan

menjadikan hidup ini laksana sinar mentari

hadir saat pagi menjelang

ada saat siang memancang

indah dikala senja

dan tenggelam saat malam memanggil

setetes embun di rona wajahmu

menampilkan indahnya sinar sang rembulan..

kicauan burung menyanyikan suara ketenangan

walau berujung akan suatu pertanyaan

untaian kata yang terikat masa

menanti hening di kala senja

dan menanti peristirahatan saat beranjak tua..

waktu adalah teman

waktu adalah musuh

ia juga adalah jawaban

ia juga adalah pertanyaan..

maka bertemanlah dengan waktu dan kau akan

tau betapa berharganya ia

dan jawaban pun akan engkau temui....

Cinta Kembali Menyapa

Ketika cinta kembali menyapa

Ku terjatuh tiada daya

Lisanku tak mampu bicara

Pandanganku tak mampu menyapa....

Kini cinta itu kembali bersemi

Menghiasi hati yang pernah tersakiti

Menerangi mata yang pernah buta

Menyapa jiwa yang pernah terluka....

Kini cinta itu kembali tumbuh

Mengangkat tubuhku yang rapuh

Menghibur mata yang menangis

Menghibur jiwa yang terkikis....

Kini cinta itu kembali datang

Menenangkan pikiran yang bimbang

Menyapa hati yang sedih

Menyapa jiwa yang merintih ....

Bertemu..

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.

Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,

Ingat untuk berterima kasih padanya.

Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,

Tersenyumlah dengan wajar .

Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,

Sapalah dengan tersenyum.

Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.

Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,

Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.

Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,

Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.

Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup (suami / istri) kita,

Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.

Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari...

Melaju Walau Tanpa Teman

Janganlah tersandung

pada batu yang sama"

adalah nasehat yang sesuai

untuk orang yang tetap berdiri

di belakang batu yang menjatuhkannya.

...

Engkau tak membutuhkan nasehat itu

karena engkau tetap melangkah maju

walau telah berkali jatuh.

Beranikanlah dirimu.

Bahkan, seringlah gagal

asal engkau lebih sering bangkit lagi.

Kesediaan untuk memulai lagi

tanpa penurunan semangat

adalah penanda tinggi imanmu...

Cintakah itu.

Mungkin tidak ada cerita

anak manusia yang keindahannya

menembus abad-abad sejarah

seperti cerita mengenai cinta..

Jatuh cinta itu indah

tapi kenikmatannya tak bisa

menandingi kenikmatan dari derita cinta.

Hati tak pernah tersayat lebih dalam,

air mata tak pernah terperas lebih kering,

dan sukma tak pernah lebih dekat ke akhirat,

kecuali dalam kepiluan karena cinta.



Derita cinta, pilunya merasuk sukma

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

Kulitnya hitam.

Wajahnya jelek. Usianya tua.

Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.

Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan

dan tidak nyata...

Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan,

cinta itu sempurna seperti pohon;

akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.

Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti...

Jatuhlah cinta lagi

Hampir semua wanita

jatuh cinta karena sang pria

banyak berbicara mengenai impian

dan rencana kebesaran masa depannya...

Tapi,

segera setelah mereka menikah

sang pria berhenti berbicara,

tenggelam dalam pikiran dan

kekhawatirannya sendiri

dan tak berupaya membesarkan

hati istrinya.

Maka,

mulailah bercerita lagi dengan ceria,

berbagilah mengenai rencana

pengindahan hidup Anda berdua.

Jatuhlah cinta lagi.