Rabu, 03 Agustus 2016

Catatan Kerasnya Hati

Hati itu kadangkala ibarat batu Dia keras sekali Mana mau mengalah dan menerima Bahkan tetap dingin dan kasar Merasa lebih abadi dibanding seisi dunia Maka biarkanlah tetes air mengubahnya Satu tetes demi satu tetes Hingga akhirnya berlubang sudah Penuh keihklasan Hati itu kadangkala ibarat pohon menjulang Mengacung, menunjuk langit Berdiri lebih tinggi di atas semua yang lain Tegak gagah dan pongah Merasa lebih hebat dibanding seisi dunia Maka biarkanlah langit mengubahnya Bahwa justeru betapa kecilnya pohon itu Bukankah kalau pohon itu mau berpikir Dia tidak terlihat dari langit jauh sana Bumi pun tidak terlihat Apanya yang lebih tinggi? Hati itu kadangkala seperti besi Dia mengeras dibanding apapun Mana mau lemah atau dengarkanlah Bahkan menatap dengan mata menyipit Merasa lebih tahu segalanya Maka biarkanlah karat yang mengajarinya Sedikit demi sedikit Hingga akhirnya keropos Entah mau terima atau tidak

Tidak ada komentar: